Solusi Penyembuhan Tanpa Operasi



Herb, Smart Choice For Better Health


Diabetes

Diabetes mellitus

Saat ini pengidap diabetes tidak lagi orang lanjut usia tapi juga banyak diidap oleh kelompok usia produktif. Diabetes, yang diambil dari kata Diabetes mellitus, adalah sekelompok penyakit metabolis, yang dicirikan dengan kadar gula darah (glukosa), yang tinggi. Penyakit ini terjadi akibat kerusakan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya.

Penyebab

Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan hormon insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal, atau jika sel tubuh tidak merespon insulin secara tepat. Hal itu bisa terjadi karena gaya hidup yang penuh stres, jarang olahraga dan pola makan yang tidak seimbang.

Menurut The American Diabetes Association, ada sejumlah faktor risiko penyebab diabetes, antara lain:

  • Riwayat keluarga mengidap diabetes (orang tua, atau saudara kandung)
  • Obesitas
  • Berusia lebih dari 45 tahun
  • Kelompok etnis tertentu
  • Kehamilan
  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar trigliserida dalam darah tinggi
  • Kadar kolesterol tinggi

Diabetes mellitus dikategorikan atas 2 tipe:

  1. Diabetes mellitus tipe I (diabetes yang tergantung pada insulin) menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin. Sebagain besar Diabetes mellitus tipe I terjadi sebelum usia 30 tahun. Faktor lingkungan berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa anak-anak menyebabkan sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas.
  2. Diabetes Mellitus tipe II (diabetes yang tidak tergantung pada insulin), pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya sehingga terjadi kekurangan insulin relatif. Biasanya terjadi setelah usia 30 tahun.

Gejala

Seseorang yang mengidap Diabetes Mellitus, cenderung mengalami:

  • Rasa haus yang berlebihan.
  • Sangat sering berkemih (volume urin banyak)
  • Selalu merasa lelah/kekurangan energi
  • Mengalami infeksi kulit yang sulit sembuh
  • Penglihatan menjadi kabur (Buta Ayam)
  • Berat badan merosot drastis (pada sebagian penderita)
  • Hyperglaisimia (peningkatan abnormal kandungan gula darah)
  • Glaikosuria (terdapat kandungan glukosa dalam urin)

Pencegahan dan Pengobatan

  1. Mempertahankan berat badan ideal dan melakukan gaya hidup aktif. Latihan (gerak) fisik sangat penting untuk mencegah diabetes. Paling tidak, berolahragalah setengah jam per hari. Jalan cepat untuk mempercepat detak jantung atau gerakan yang menghasilkan keringat. Menurut penelitian, orang yang berjalan cepat selama 30 menit setiap hari selama lima hari per minggu, dan orang yang berat badannya turun 5-7 persen dari berat badan totalnya, akan dapat mengurangi risiko terkena diabetes sampai 50%.
  2. Menurunkan berat badan. Sekitar 80% pengidap diabetes mengalami kelebihan berat badan. Maka, hindari mengonsumsi makanan yang terbuat dari gula. Makanan yang diproses dan digoreng juga tidak sehat. Sebaliknya konsumsi makanan berserat sangat dianjurkan.
  3. Jangan merokok. Merokok tak hanya meningkatkan risiko diabetes tapi juga menyebabkan penyakit jantung dan kanker paru-paru.
  4. Jangan minum minuman beralkohol.

Sumber : http://www.cyberforums.us/showthread.php?t=22803

  • You Avatar
  • Pencarian Kustom